Thursday, 2 August 2012

I'm Industrial Engineer

Alasan Saya Memilih Teknik Industri

            Dari sekian banyak fakultas di USU, saya memilih Fakultas Teknik. Dari beberapa program studi tersebut, saya sangat berminat untuk masuk program studi Teknik Industri. Saya memiliki empat alasan yang mendorong saya masuk Jurusan Teknik Industri .
            Alasan pertama ya tidak dapat dipungkiri karena saya lulus nya di Fakultas Teknik. Andai saya lulus di Fakultas Kedokteran, mungkin cerita nya akan berbeda lagi nantinya.
            Alasan kedua saya masuk Teknik Industri adalah Saya memilih program studi Teknik Industri karena saya merasa TI sesuai dengan karakter saya, yaitu menguasai berbagai ilmu, tidak secara vertikal (mendalam), melainkan secara horizontal (meluas).  Di prodi TI, cakupan ilmu yang dipelajari cukup luas, meliputi manajemen, akuntansi, logika pemrograman, ergonomi, material, elektro, mesin, dan bahkan psikologi. Hal ini membuat mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diajarkan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya terbatas pada bidang teknologi saja tetapi juga ilmu sehari – hari termasuk pemecahan masalah lingkungan, kesehatan, keselamatan dll. Hal tersebut membuat mahasiswa lulusan Teknik Industri bisa bekerja dalam berbagai macam bidang, misalnya di bidang perbankan, engineer, konsultan, industri dan politik. Menurut sebuah survei, sebagian besar insinyur Teknik Industri memiliki penghasilan yang tinggi. Pilihan bidang pekerjaan yang luas dan penghasilan yang menjanjikan sungguh menggiurkan membuat hal tersebut semakin membuat lebih mantap melangkahkan kaki di prodi Teknik Industri. Tetapi semua itu harus di topang dengan soft skill dan hard skill yang balance serta kepribadian mahasiswa tersebut.
            Alasan ketiga karena tetangga saya pernah cerita bahwa anaknya mengeyam pendidikan di prodi Teknik Industri dapat bekerja hampir di semua bidang sehingga hal tersebut makin membuat saya semangat untuk rajin belajar agar dapat melanjutkan studi di Teknik Industri .
            Alasan keempat saya masuk Teknik Industri adalah fakultas tersebut lebih cocok dengan keinginan saya jika dibandingkan dengan fakultas lainnya. Pertama, Saya ingin masuk prodi yang mengajarkan sesuatu yang aplikatif dan dapat menghasilkan produk, agak berbeda Fakultas MIPA yang mendalami ilmu saja dan mungkin kurang dalam aplikasinya. Kedua, saya ingin masuk prodi yang mengharuskan saya terjun ke lapangan, karena saya lebih cenderung langsung terjun ke lapangan dari pada hanya teori saja tidak seperti Fakultas Ilmu Sosial.  

Demikian alasan-alasan yang mendorong saya masuk Jurusan Teknik Industri USU. Alasan-alasan tersebut memotivasi saya untuk berupaya sebaik-baiknya dalam menekuni bidang industri. Segala sesuatu dalam hidup tergantung pada pilihan dan saya percaya dengan restu orang tua, keluarga dan Tuhan Yesus Kristus pilihan saya masuk Teknik Industri adalah pilihan yang tepat untuk saya. 


Perjuangan Saya Masuk Departemen Teknik Industri

        Pertama saya lulus dari SMA pada tahun 2011, saya tidak kepikiran untuk masuk Fakultas Teknik. Ntah kenapa, tapi di dalam benak saya hanya ada Fakultas Kedokteran. Mulai dari Jalur Undangan Sekolah, Saya memilih Fakultas Kedokteran UGM dan UI..
Nilai sudah diatas rata-rata, tetapi karena banyak sekolah lain yang "cuci raport" akhirnya saya gagal.
Dilanjutkan dengan SNMPTN 2011, saya memilih Kedokteran UI dan Agribisnis IPB...
Jebol di Agribisnis IPB, tetapi apa daya orang tua tidak menghendaki jurusan tersebut..
        Akhirnya saya memutuskan untuk menganggur 1 tahun untuk membekali diri saya dengan ilmu yang lebih banyak lagi...
Berbagai persiapan mulai dari belajar di rumah, membeli buku kumpulan soal-soal bahkan kembali lagi ke Bimbingan Belajar G* untuk merefresh kembali ingatan saya tentang pelajaran-pelajaran masa lalu. n gag lupa juga berdoa Novena setiap hari.
              Setiap TO yang berlangsung, nilai di atas PG. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Pendidikan Dokter USU dan Teknik Industri USU. Ujian SNMPTN berlangsung dan tibalah pengumuman. Jantung berdetak kencang melihat pengumuman tersebut.....
 
MAAF, ANDA BELUM BERHASIL DALAM SNMPTN 2O12.   TETAP SEMANGAT...............
Kepala pusing sesaat, tetapi dorongan dari dalam diri untuk tetap maju meraih cita-cita semakin mantap..Mungkin Tuhan berkehendak lain " pikir ku. Akhirny kembali kucoba Ujian Polmed dan lulus Teknik Sipil. Tidak puas dengan itu, kembali kucoba ujian UMB. Pilihan pertama TEKNIK INDUSTRI (REGULAR)...
Dan ternyata, lulus Pilihan Pertama. Terima Kasih Tuhan, doa ku terkabul...
Itulah perjuangan masuk ke Prodi Teknik Industri....


Monday, 28 November 2011

Kapak

Seorang bocah merengek-rengek kepada ayahnya agar dibelikan pohon Natal. Setiap tahun, ayahnya berkata kepadanya "Aku tidak mau membayarnya." Tapi lama kelamaan bocah itu berhasil membuat ayahnya jengkel. Dia pun keluar rumah dengan membawa sebuah kapak. Tiga puluh menit kemudian, dia pulang membawa pohon Natal yang sangat besar. Anak itu terkejut karena ayahnya cepat sekali pulang dan dia bertanya, "Kok bisa Ayah menebangnya begitu cepat?"

Ayahnya menjawab "Oh. Pohon ini dari tempat penjualan pohon."

"Lalu kok Ayah bawa-bawa kapak?" tanya anaknya.

"Karena aku tidak mau membayarnya." balas Ayah.

Puisi Yesusku

By Harta Pinem

Yesus, Kau lahir di palungan Betlehem
Engkau tidak lahir di kota terkenal
tujuan Bapa-Mu agar menjadi sesama bagi kami yang berselimut dosa
Engkau begitu baik pada dunia ini
maka Bapa memberi-Mu nama di atas segala nama
terima kasih, Yesusku
Kaulah satu-satunya yang bisa menyelamatkan umat manusia dari siksaan abadi
Kaulah jalan dan tujuan hidup kami

Puisi Natal

By Harta Pinem

Natal adalah gebyar rindu
adalah warna-warni sinar kemerlap di hatiku
adalah cinta berpendar rasa halimun berlaksa jiwa
adalah kesaksian iman kepadaMu
yang esajavascript:void(0)

Dongeng Doa Natal

Tiba saatnya menaikkan permohonan doa pada malam Natal.

Melihat seorang anaknya salah dalam berdoa, sang ibu segera menegur, "Kalau berdoa jangan seperti itu. Masak Tuhan didongengin?"

"Tapi, Ma. Saya merasa Tuhan sudah bosan dengan doa yang tiap tahun kita ungkapkan. Makannya saya ceritakan tentang 'Monyet Mencuri Pisang'."

Pelupa

Pada malam Natal, Max pulang ke rumah dan berbicara kepada istrinya, Minnie, "Aku sangat terburu-buru di mall hari ini sampai-sampai aku lupa dua hal."

"Apa" tanya Minnie.

"Pertama," kata Max, "Aku lupa beli kertas kado."

"Ah, tidak apa-apa," kata Minnie. "Kamu tidak perlu bungkus kado untukku."

"Sebenarnya," kata Max, "kado itu hal yang kedua."

Sama Saja

Suami: "Apa yang kamu mau untuk hadiah Natal besok?"

Istri: "Aduh, Papa mau ngasi mama hadiah? Tumben amat...? Apa ya...? Hm... Mama sendiri tidak tahu."

Suami: "Baiklah kalau begitu. Papa beri waktu Mama satu tahun untuk mikir."

Template by:

Free Blog Templates